jump to navigation

Sumber Pendanaan Dari Private Lender/Investors & Foundation

Semua sumber pendanaan dari blog ini tidak ada yang dari perbankan, tapi dari Private/pribadi, Foundation/Yayasan dll dari Eropa, USA, Tim-Teng dll, Lender/Private Investors tidak suka publikasi, mereka biasanya menunjuk konsultan untuk melakukan Due Dilligent kepada applicant sebelum meng ACC sebuah project biz plan untuk pengucuran dananya, maka itu Flow chart dari sumber pendanaan seperti ini adalah sbb Lender/Investors/Funder – International Financial Consultant – Broker & Applicant/Borrower/Debitor

Note :

Perbankan mempunyai fungsi Intermediasi, yaitu menyalurkan dana masyarakat penabung (DPK) kepada sektor riil untuk kegiatan dunia usaha, baik usaha besar, menengah dan kecil. Tetapi pada kenyataannya fungsi Intermediasi ini tidak maksimal karena kurangnya law enforcment dari pemerintah, perbankan lebih memilih menaruh dananya ke instrumen investasi milik pemerintah sendiri seperti SBI, SUN dll. Beban pemerintah sangat berat untuk membayar bunga, dari dana masyarakat yang mengendap di perbankan, yang seharusnya dana tersebut dipakai untuk membangun bangsa dan negara ini.

Bayangkan betapa murah dana masyarakat yang ada di Perbankan nasional, coba hitung, saya sebagai awampun bisa geleng geleng kepala, hitungannya adalah bunga yang diberikan perbankan untuk dana tabungan non deposito hanya berkisar 2% – 4% per tahun! Bisa dilihat bahwa Bank dan Multi Finance yang memberikan kredit kepemilikan mobil/sepeda motor, dan Bank memberikan kredit kepemilikan rumah/apartemen/ruko saat ini berani memberi bunga per tahun lebih rendah dari SBI, hebat!

Pantas saja mereka para Bank berani memberi iming iming rewards dan hadiah bagi penabung, karena memang bank bisa untung besar dari dana murah tersebut, di sisi lain Perbankan menggenjot pendapatan dari Fee Based Income, mengajak masyarakat untuk lebih bersifat konsumerisme, memberi peluang dan kelonggaran aplikasi pernohonan Kartu Kredit, supaya masyarakat bisa gampang berbelanja dan membeli barang dengan memakai Kartu Kredit, seperti contoh diatas yang telah saya sebutkan, tapi sayang fungsi Intermediasinya tidak maksimal!

Dana tersebut banyak terserap ke pengusaha korporat, yang sebenarnya secara bisnis telah teruji kalau pengusaha UKM lebih tahan terhadap krisis ekonomi, bukankah begitu, bagaimana pendapat anda?

Cheers

Hary$

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: